Solusi Jangka Panjang bagi Masalah Pembiayaan Pembangunan Infrastruktur di Indonesia

IIF menawarkan produk yang beragam, baik fund based maupun non-fund based serta layanan fee based meliputi sindikasi dan jasa konsultansi keuangan, guna memenuhi kebutuhan pendanaan proyek-proyek infrastruktur di Indonesia. Sebagai katalisator dalam percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia, IIF pun selalu memastikan bahwa strategi bisnis yang dijalankan akan melengkapi kebutuhan dari para pemain infrastruktur yang sudah ada dan mengisi kesenjangan kebutuhan yang ada di pasar.

Pembiayaan dan Investasi

Investasi

IIF mendukung para sponsor proyek internasional dan nasional agar mereka dapat mengembangkan proyek-proyek greenfield dan brownfield terutama yang berbasis pembiayaan proyek. Dalam hal produk, IIF menyediakan fasilitas pinjaman subordinasi, pembiayaan mezzanine serta investasi ekuitas pada sektor yang memenuhi persyaratan sebagaimana tertuang dalam PMK 100/2009.

Lebih Lanjut

Jasa Konsultasi

Advisory Business

IIF juga menawarkan layanan jasa konsultansi kepada pihak swasta dan memberikan dukungan kepada Pemerintah Indonesia dengan menyediakan jasa konsultansi kepada sektor publik untuk proyek infrastruktur yang antara lain menggunakan pola KPBU.




Lebih Lanjut

Sektor

Sectors

IIF fokus melakukan pembiayaan, investasi, dan jasa konsultansi untuk delapan sektor utama infrastruktur mulai dari sektor transportasi, air minum, pengairan, telekomunikasi dan informatika, jalan, air limbah, ketenagalistrikan, minyak dan gas bumi.





Lebih Lanjut

Mengelola Dana US$ 1 Miliar untuk Pengembangan Berbagai Proyek Infrastruktur di Indonesia

Saat ini, IIF berhasil mencapai rekam jejak dengan mengelola dana hingga mencapai US$ 1 miliar, yang disalurkan untuk pengembangan proyek-proyek infrastruktur di Indonesia.

Beberapa proyek tersebut antara lain pinjaman senior untuk konstruksi jalan tol Cikampek Palimanan yang berjangka waktu
15 tahun dengan total investasi proyek sekitar Rp 12,5 triliun yang melibatkan partisipasi dari 22 bank.

Di sektor telekomunikasi, IIF menyediakan pembiayaan untuk perusahaan telekomunikasi dan menara telekomunikasi. Pinjaman ini merupakan bagian dari kredit sindikasi dimana IIF berperan sebagai mandated lead arranger dan berhasil mengumpulkan nilai kredit sindikasi setara dengan US$ 530 juta dari 33 bank lokal maupun luar negeri.




Di sektor ketenagalistrikan, IIF telah berhasil membiayai tiga proyek pembangkit tenaga listrik yang memanfaatan energi terbarukan, baik yang menggunakan tenaga gas, tenaga air, maupun surya.

IIF merupakan salah satu anggota sindikasi yang bekerja sama dengan lembaga keuangan internasional dalam refinancing PLTA 2x90 MW dengan nilai US$ 154 juta dengan jangka waktu 15 tahun. Di sisi lain, IIF juga turut membiayai salah satu proyek PLTS terbesar di Indonesia yang berlokasi di Gorontalo dengan jangka waktu 8 tahun.


Di sektor minyak bumi dan gas, IIF terpilih menjadi satu dari empat lembaga keuangan domestik dalam sindikasi untuk membiayai perluasan pabrik LNG di Tangguh, Papua Barat. Nilai proyek ini diestimasi mencapai US$ 9,2 miliar dengan total nilai sindikasi sebesar US$ 3,8 miliar dengan jangka waktu 13 tahun. Total terdapat 17 lembaga keuangan dalam sindikasi tersebut.


Lebih Lanjut
projects
sne

Bisnis dan Lingkungan Sosial Berkelanjutan

IIF memiliki filosofi bahwa bisnis yang berkelanjutan tidak terlepas dari kondisi sosial dan lingkungan yang mumpuni dan juga berkelanjutan. Oleh karena itu, melalui penerapan prinsip-prinsip sosial dan lingkungan serta pengelolaan risiko yang kami miliki, IIF bertekad menjadi mitra jangka panjang anda dengan nilai tambah yang kuat.

Unit Sosial dan Lingkungan IIF senantiasa siap mendampingi mitra peminjam untuk membantu penilaian risiko, dan mencari penyelesaian yang tepat agar proyek dapat meningkatkan kualitasnya dan memitigasi risiko-risiko sosial dan lingkungan terkait.

Untuk lebih jelasnya, harap hubungi Unit Sosial dan Lingkungan IIF di sneteam@iif.co.id


Lebih Lanjut

Perusahaan

Fokus Investasi Proyek-Proyek Infrastruktur
yang Layak Secara Komersial

Dengan dukungan kuat dari para pemegang saham, IIF bertekad menjadi katalisator pembiayaan pengembangan infrastruktur di Indonesia. IIF fokus membiayai delapan sektor proyek-proyek infrastruktur yang layak secara komersial mulai dari transportasi, air minum, pengairan, jalan, air limbah, telekomunikasi dan informatika, ketenagalistrikan, dan minyak gas bumi.

IIF memiliki produk-produk yang beragam dengan keunggulan antara lain pembiayaan dan investasi jangka panjang, pendanaan sesuai dengan kebutuhan proyek-proyek klien, jasa advisory, serta proses kerja dan pengelolaan dampak sosial dan lingkungan berskala internasional.

Dalam aktivitas bisnisnya, IIF menerapkan Manajemen Risiko secara menyeluruh yang berpedoman pada empat pilar utama yakni manajemen risiko kredit, manajemen portofolio dan risiko pasar, manajemen risiko operasional, prinsip kenal nasabah (know your customers) dan kepatuhan, serta manajemen risiko sosial dan lingkungan.


Lebih Lanjut

Project Locations Map

Highlights

  • Corporate Social Responsibility

    IIF memiliki filosofi untuk selalu menjaga keseimbangan dalam pembangunan dan pembiayaan infrastruktur di Indonesia. Isu-isu sosial dan lingkungan semakin menjadi perhatian IIF seiring dengan semakin meningkatnya jumlah proyek infrastruktur yang dibiayai. Oleh karena itu, IIF menerapkan pendekatan keberlanjutan dalam mengembangkan bisnis sekaligus memberikan dampak positif di sisi ekonomi, sosial, lingkungan, dan budaya, tidak saja terhadap proyek-proyek yang dibiayai oleh IIF tetapi juga terhadap pemangku kepentingan dan masyarakat luas.

    Filosofi ini telah diterjemahkan ke dalam delapan prinsip keberlanjutan sosial dan lingkungan IIF. Delapan prinsip ini memberikan pedoman bagi IIF, klien, dan pihak-pihak terkait dalam merespons isu-isu sosial dan lingkungan secara lebih baik dengan fokus pada area-area yang dianggap paling kritikal.

    Lebih Lanjut

  • Kebijakan Sumber Daya Manusia Berorientasi Global yang Kuat

    IIF menyadari pentingnya faktor sumber daya manusia (human capital). Oleh karena itu, IIF memiliki kebijakan guna memastikan pengembangan karyawan dengan menjalankan prinsip kesetaraan tanpa bias terhadap jenis kelamin, ras, agama maupun status sosial.

    IIF fokus pada upayanya dalam merekrut bakat-bakat terbaik di semua tingkatan untuk mempercepat pengembangan perusahaan dan pada saat yang sama meningkatkan kemampuan karyawan baru dengan pengetahuan Project Finance yang bermanfaat di pasar.


    Lebih Lanjut