Sebagai korporasi yang baik, IIF merasa sama-sama bertanggung jawab atas dampak yang dapat saja timbul dari proyek-proyek infrastruktur yang dilaksanakan, betapapun kecilnya dampak tersebut.

Hingga saat ini, IIF terus bersinergi dengan seluruh klien untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan dengan melakukan komunikasi secara intensif dan efektif dalam arahan delapan prinsip keberlanjutan IIF yang telah dirumuskan secara hati-hati oleh para pendiri perseroan.

Delapan prinsip-prinsip sosial dan lingkungan yang dimaksud mencakup Sistem Manajemen Sosial dan Lingkungan (SEMS); Tenaga Kerja dan Kondisi Kerja; Pencegahan Polusi, Pengurangan dan Perubahan Iklim; Kesehatan Masyarakat, Keselamatan dan Keamanan/Keselamatan Bendungan; Pembebasan Lahan dan Pemukiman Kembali Secara Tidak Sukarela; Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan; Masyarakat Adat; dan Properti dan Warisan Budaya.

Sebagai contoh, di proyek pembangunan Jalan Tol Cikopo-Palimanan, IIF bersama salah satu kliennya PT Lintas Marga Sedaya melakukan program sosial bagi masyarakat sekitar melalui budi daya bisnis jamur dan bambu, keterampilan wirausaha, dan keterampilan bisnis seperti koperasi, kelontong, dan peternakan kambing.

IIF juga berpartisipasi aktif dalam seminar yang berkaitan dengan pembiayaan yang berkelanjutan seperti Green Planning and Budgeting Strategy for Indonesia's Sustainable Development dan OJK Green Sustainable Financing. Selain itu, IIF menyalurkan donasi termasuk sumbangan kepada masyarakat kurang mampu.