Dukung Pengilangan Kondensat: IIF kucurkan kredit untuk PT Mirah Ganal Energi

April 2021 – Sekali mendayung dua pulau terlewati, itulah gambaran untuk transaksi terbaru dari PT Indonesia Infrastructure Finance (“IIF”). Pada Jumat, 9 April 2021, IIF menandatangani perjanjian dengan PT Mirah Ganal Energi (“MGE”) untuk penyediaan dua fasilitas pinjaman sekaligus, yaitu fasilitas Senior-Term Loan dan Non-Cash Loan dengan tenor 10 tahun. Fasilitas Non-Cash Loan sendiri merupakan salah satu inovasi terbaru dari produk trade finance IIF dalam mendukung kebutuhan infrastruktur.

Fasilitas pinjaman akan digunakan untuk pembangunan dan pengoperasian pipa kondensat sepanjang 55 km dan kilang mini dengan kapasitas 600 barel per hari (bph) yang terletak di tepi sungai Barito, Muara Bakah, Kalimantan Tengah. Proyek ini akan menjadi proyek pengilangan kondensat skala kecil pertama untuk IIF yang dapat mendukung pengembangan aplikasi mini serupa di lapangan gas atau minyak potensial lainnya.

Kondensat ini merupakan produk sampingan gas yang dihasilkan dari lapangan gas Kerendan. Selama ini kendala logistik menjadi tantangan utama dalam proses pengangkutan kondensat kepada pembeli melalui truk. Dengan dibangunnya pipa, maka kondensat bisa dialirkan dari tangki penyimpanan Kerendan menuju kilang mini untuk diolah dan diubah menjadi bahan bakar komersial seperti bensin dan minyak diesel.

Infrastruktur kilang ini diharapkan bisa mendukung pemenuhan permintaan bahan bakar komersial di wilayah Muara Teweh, Barito Utara. Proyek ini juga memberikan nilai tambah pada kondensat dan membawa dampak positif bagi lingkungan.

Adapun seremoni penandatanganan proyek ini dilakukan di kantor IIF yang terletak di SCBD, Jakarta. Penandatanganan dilakukan oleh Bapak Reynaldi Hermansjah, selaku Presiden Direktur IIF dan Bapak Kadafi Yahya selaku Presiden Direktur MGE.

“IIF sebagai katalisator dalam pembiayaan proyek infrastruktur selalu mengutamakan kelayakan baik secara ekonomi maupun lingkungan. Seperti pada proyek ini yang juga memberikan dampak positif bagi lingkungan, proyek ini juga yang pertama kali mendapatkan fasilitas trade finance product dari IIF. Ibarat pepatah, sekali mendayung, dua pulau terlewati.” ujar Bapak Reynaldi Hermansjah.

 

PT Indonesia Infrastructure Finance

PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) adalah lembaga keuangan swasta non-bank, yang bergerak dalam pembiayaan infrastruktur dan layanan konsultasi yang dikelola secara profesional dan berfokus pada proyek- proyek infrastruktur yang layak secara komersial. IIF didirikan pada 15 Januari 2010 atas inisiatif Pemerintah Republik Indonesia – Kementerian Keuangan Republik Indonesia bersama dengan World Bank, Asian Development Bank (ADB) dan lembaga multilateral lainnya.

Dalam melakukan kegiatan usahanya, IIF menerapkan praktik terbaik berdasarkan standar internasional dalam memberikan kredit, tata kelola perusahaan, dan dalam menerapkan standar perlindungan sosial dan lingkungan untuk memastikan keberlanjutan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

 

Further Queries:
Nastantio W. Hadi
Head of Legal and Corporate Secretary
PT Indonesia Infrastructure Finance
Telp. (021) 2991 5060; Fax. (021) 2991 5061
corsec@iif.co.id


Komitmen Untuk Infrastruktur Yang Berkelanjutan: IIF Menggelar Konsultasi Publik dokumen Sistem Pengelolaan Sosial dan Lingkungan

March 2021 – Pada tanggal 30 dan 31 Maret 2021
PT Indonesia Infrastructure Finance (“IIF”) mengadakan konsultasi publik mengenai Dokumen Sistem Pengelolaan Sosial Lingkungan (“SEMS”) tahun 2019. Tujuan dari konsultasi ini adalah untuk menyampaikan dokumen SEMS versi 2019 kepada pemangku kepentingan terkait dan untuk menerima masukan-masukan dan rekomendasi demi perbaikan dokumen SEMS ini.

Dokumen SEMS telah berlaku sejak pendirian dan menjadi bagian dari Operation Manual IIF. Seiring dengan kebutuhan pembaruan Dokumen SEMS dari waktu ke waktu, pada tahun 2018 – 2019 IIF diminta oleh Founding Shareholders untuk memperbarui Dokumen SEMS versi tahun 2014. Di tahun 2019, IIF telah melakukan pembaruan dan mendapatkan persetujuan dari founding shareholders (pada akhir Februari 2020). Sebagai bentuk keterbukaan informasi, dokumen SEMS ini harus disampaikan ke pemangku kepentingan. Dikarenakan masih dalam situasi pandemi, acara ini dilakukan secara virtual.

Berbagai pemangku kepentingan diundang untuk menghadiri acara ini. Diantaranya perwakilan dari Kementerian Keuangan, BAPPENAS, OJK, pemegang saham dan kreditur, LSM, akademisi, klien-klien dan konsultan sosial dan lingkungan IIF.

Bagi IIF, manajemen risiko pembiayaan infrastruktur dalam setiap fase siklus proyek merupakan faktor yang sangat penting. Selain mengelola risiko pembiayaan, operasional dan pasar, IIF juga mengelola risiko-risiko dan dampak sosial dan lingkungan (“S&E”) terkait dengan proyek IIF. Hal ini selaras dengan mandat yang diberikan kepada IIF oleh para pemegang saham pendiri (PT SMI, IFC, ADB dan DEG) sebagai katalis pembangunan infrastruktur dan juga sebagai forefront enabler pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan di Indonesia melalui 8 Prinsip-prinsip Sosial dan Lingkungan IIF (“IIF SEP”).

“Dengan mandat kami sebagai enabler infrastruktur berkelanjutan di Indonesia, IIF mendorong implementasi SEP sebagai salah satu bentuk pengelolaan risiko. Bagi sebagian orang, dalam  jangka pendek pengelolaan risiko ini sukar untuk diterapkan. Namun bila kita melihat dalam jangka yang lebih panjang, pengelolaan risiko ini justru meningkatkan nilai proyek bagi para pemangku kepentingannya” ucap Bapak Wito Tantra, Direktur Pelaksana dan Chief Risk Officer,  IIF.

PT Indonesia Infrastructure Finance

PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) adalah lembaga keuangan swasta non-bank, yang bergerak dalam pembiayaan infrastruktur dan layanan konsultasi yang dikelola secara profesional dan berfokus pada proyek- proyek infrastruktur yang layak secara komersial. IIF didirikan pada 15 Januari 2010 atas inisiatif Pemerintah Republik Indonesia – Kementerian Keuangan Republik Indonesia bersama dengan World Bank, Asian Development Bank (ADB) dan lembaga multilateral lainnya.

Dalam melakukan kegiatan usahanya, IIF menerapkan praktik terbaik berdasarkan standar internasional dalam memberikan kredit, tata kelola perusahaan, dan dalam menerapkan standar perlindungan sosial dan lingkungan untuk memastikan keberlanjutan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Further Queries:
Nastantio W. Hadi
Head of Legal and Corporate Secretary
PT Indonesia Infrastructure Finance
Telp. (021) 2991 5060; Fax. (021) 2991 5061
corsec@iif.co.id


What’s New: Fasilitas Pinjaman Non-Cash untuk Mendorong Trade Finance

Februari 2021 – PT Indonesia Infrastructure Finance (“IIF”) menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman non-cash sebesar Rp 400.000.000.000,- (empat ratus milyar rupiah) dengan PT Bank Negara Indonesia (“BNI”). Perjanjian ini ditandatangani oleh Bapak Reynaldi Hermansjah, selaku Presiden Direktur IIF dan Bapak I Made Sukajaya selaku Pemimpin Divisi-Divisi Bisnis Korporasi & Multinasional.

Pada umumnya, proyek infrastruktur memiliki kebutuhan untuk melakukan aktivitas pembelian barang dari luar negeri maupun penyediaan Bank Guarantee sebagai salah satu persyaratan dalam menjalankan proyek. Namun, tidaklah mudah bagi proyek pada tahap greenfield untuk mendapatkan fasilitas trade finance dari Bank. Tak pelak, tantangan ini sering menghambat percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia]. Oleh karena itu, kerja sama antara IIF dan BNI ini [diharapkan] dapat memenuhi kebutuhan klien terhadap produk-produk trade finance tersebut.

Dengan peran IIF sebagai katalisator dalam pembiayaan infrastruktur yang berkelanjutan di Indonesia, melalui perjanjian ini IIF berharap dapat memberikan solusi dalam memenuhi kebutuhan klien serta meningkatkan keterlibatan Bank dalam mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia. Saat ini, BNI merupakan bank pertama yang bermitra dengan IIF dalam menerbitkan produk trade finance.

“Inovasi produk ini dibuat untuk menjembatani kebuntuan yang selama ini terjadi antara pelaksana proyek-proyek infrastruktur dan perbankan khususnya dalam penyediaan produk-produk trade finance di Indonesia.” sebagaimana dikatakan oleh Bapak Reynaldi Hermansjah, CEO & Presiden Direktur IIF.

 

PT Indonesia Infrastructure Finance

PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) adalah lembaga keuangan swasta non-bank, yang bergerak dalam pembiayaan infrastruktur dan layanan konsultasi yang dikelola secara profesional dan berfokus pada proyek- proyek infrastruktur yang layak secara komersial. IIF didirikan pada 15 Januari 2010 atas inisiatif Pemerintah Republik Indonesia – Kementerian Keuangan Republik Indonesia bersama dengan World Bank, Asian Development Bank (ADB) dan lembaga multilateral lainnya.

Dalam melakukan kegiatan usahanya, IIF menerapkan praktik terbaik berdasarkan standar internasional dalam memberikan kredit, tata kelola perusahaan, dan dalam menerapkan standar perlindungan sosial dan lingkungan untuk memastikan keberlanjutan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Further Queries:
Nastantio W. Hadi
Head of Legal and Corporate Secretary
PT Indonesia Infrastructure Finance
Telp. (021) 2991 5060; Fax. (021) 2991 5061
corsec@iif.co.id


Peresmian Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan

Maret 2021 – Bertepatan dengan Hari Air Dunia pada Senin, 22 Maret 2021, Bapak Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo meresmikan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan, Jawa Timur. Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Keuangan – Ibu Sri Mulyani Indrawati, Menteri PUPR – Bapak Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan – Bapak Budi Gunadi Sadikin, Gubernur Jawa Timur – Ibu Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jawa Timur – Bapak Emil Dardak.

PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) memimpin penyediaan pendanaan proyek SPAM Umbulan untuk penyediaan kebutuhan air minum bagi 1,3 juta jiwa. Sesuai mandatnya sebagai katalis dan enabler pembiayaan pembangunan infrastruktur, proyek air minum ini sebagai wujud komitmen IIF untuk membangun infrastruktur yang berkelanjutan di Indonesia dalam penyediaan kebutuhan dasar air minum bagi masyarakat.

Proyek SPAM Umbulan yang menelan investasi sebesar Rp2,58 triliun ini, merupakan salah satu Proyek Strategi Nasional (PSN) yang juga merupakan proyek air pertama dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KBPU). Proyek ini berkapasitas 3.920 l/detik yang akan disalurkan ke lima PDAM kabupaten dan kota.

Sebagai proyek KPBU sektor air minum pertama di Indonesia, hal ini membuktikan bahwa proyek infrastruktur dengan skema KPBU semakin diminati dan dapat diterima oleh pihak swasta dan tentunya dapat mengurangi beban APBN.

Bapak Ramadhan Harahap, Direktur Pelaksana dan Chief Investment Officer IIF hadir mewakili Perseroan dalam seremonial tersebut. Beliau juga mengatakan bahwa “IIF sangat bangga menjadi bagian sejarah dari pembangunan proyek ini dan bersyukur atas beroperasinya proyek ini. Secara konsisten kami mendorong pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Mudah-mudahan ini akan menjadi salah satu dari banyak proyek yang dapat bermanfaat bagi masyarakat di Indonesia”

PT Indonesia Infrastructure Finance

PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) adalah lembaga keuangan swasta non-bank, yang bergerak dalam pembiayaan infrastruktur dan layanan konsultasi yang dikelola secara profesional dan berfokus pada proyek- proyek infrastruktur yang layak secara komersial. IIF didirikan pada 15 Januari 2010 atas inisiatif Pemerintah Republik Indonesia – Kementerian Keuangan Republik Indonesia bersama dengan World Bank, Asian Development Bank (ADB) dan lembaga multilateral lainnya.

Dalam melakukan kegiatan usahanya, IIF menerapkan praktik terbaik berdasarkan standar internasional dalam memberikan kredit, tata kelola perusahaan, dan dalam menerapkan standar perlindungan sosial dan lingkungan untuk memastikan keberlanjutan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Further Queries:
Nastantio W. Hadi
Head of Legal and Corporate Secretary
PT Indonesia Infrastructure Finance
Telp. (021) 2991 5060; Fax. (021) 2991 5061
corsec@iif.co.id