
Kontraktor Pipa Distribusi
Operasional dan Pemeliharaan Jalan Tol yang menghubungkan DKI Jakarta dan Jawa Barat
Operasional dan Pemeliharaan Jalan Tol sepanjang 7.67km di DKI Jakarta
Perusahaan EPC untuk proyek-proyek infrastruktur
Perubahan Susunan Pengurus Perseroan
Pengumuman Transaksi Material MTN 2018

Relokasi Kantor IIF

Proyek Air Minum Paling Prospektif
Baru beroperasi efektif selama lima tahun tak lantas membuat Indonesia Infrastructure Finance (IIF) berjalan lamban. Lembaga pembiayaan ini dipercaya dalam pendanaan beberapa proyek strategis
Kepada jurnalis Kontan Ferika Lukmana, Presiden Direktur IIF Arisudono Soerono memaparkan sepak terjang IIF. Bicara mengenai Indonesia Infrastructure Finance (IIF) agaknya harus dimulai dari pembentukannya. Mulai dari tahun 2010, sebelumnya pemerintah waktu itu merencanakan dan menyadari perlunya lembaga pembiayaan infrastruktur sehingga terbentuk PT Sarana Multi Infrastruktur atau SMI dan IIF. SMI dibentuk untuk membiayai infrastruktur pemerintah, sementara IIF lebih menitikberatkan pembiayaan ke swasta.
Walaupun dibentuk tahun 2010, IIF baru beroperasi secara efektif pada tahun 2012 atau dua tahun setelahnya. Masa dua tahun itu kami pergunakan untuk memperkuat sinergi di dalam, mempelajari peraturan serta menyiapkan mekanisme untuk mengikuti standar yang ditetapkan oleh Asian Development Bank (ADB).

IIF mendukung penerbitan perdana Obligasi Komodo Indonesia untuk Jasa Marga
JAKARTA -PT Jasa Marga (Persero) Tbk (“JSMR”) adalah Obligasi Global berdenominasi USD dalam mata uang Rupiah pertama yang diterbitkan di Indonesia. Tujuan dari penerbitan ini adalah untuk mendiversifikasi sumber pendanaan untuk JSMR untuk membiayai rencana ekspansi JSMR untuk menggandakan jalan tol operasi mereka menjadi 1.260 Km pada tahun 2019. Jumlah yang dikeluarkan adalah Rp4 Triliun atau setara dengan USD 300 juta dengan jangka waktu 3 tahun dan harga yang ditawarkan 7,5%.
JSMR dan Obligasi Komodo ini telah memperoleh peringkat internasional Baa3 (prospek positif) dari Moody’s dan BB + (prospek stabil) dari S&P
Sebagai perusahaan pembiayaan infrastruktur dalam negeri, peran IIF dalam transaksi ini dianggap penting untuk membangun kepercayaan dari pembeli lokal dan internasional lainnya. Hal ini dibuktikan dengan dan kelebihan pengiriman lebih dari 4 kali jumlah total yang dikeluarkan.
IIF percaya bahwa ini hanya menegaskan kepercayaan internasional terhadap pasar pembiayaan infrastruktur yang baik di Indonesia.