Jakarta, 17 November 2025 – PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) turut berpartisipasi dalam Orange Forum 2025 yang diselenggarakan oleh Impact Investment Exchange bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (IDX). Forum ini mempertemukan 300 investor institusional, pembuat kebijakan, dan pemimpin masyarakat sipil untuk menetapkan jalur guna meningkatkan solusi Orange Capital secara global.
Dalam forum bertema “Financing the Real Economy Through Inclusive Climate-Smart Infrastructure”, Eri Wibowo selaku Chief Financial Officer IIF menyampaikan bahwa sebagai katalis pembangunan infrastruktur berkelanjutan, IIF telah membangun rekam jejak kuat dalam penerbitan obligasi berkelanjutan.
“Salah satu tonggak penting dalam perjalanan IIF adalah penerbitan Green Perpetual Notes tahun 2023 senilai Rp 335,19 miliar, yang kemudian dicatat di Bursa Efek Indonesia pada tanggal awal Januari 2024. Instrumen ini merupakan bagian dari strategi IIF untuk memperkuat struktur modal sambil tetap menyalurkan dana ke proyek ramah lingkungan yang berdasarkan prinsip Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL)”.
Sebagai informasi, pada Januari 2021, IIF menerbitkan obligasi berkelanjutan yang ditujukan untuk membiayai dan membiayai kembali proyek-proyek terkait Energi Terbarukan, Efisiensi Energi, Pencegahan dan Pengendalian Polusi, Transportasi Ramah Lingkungan, Pengelolaan Air dan Air Limbah yang Berkelanjutan, Adaptasi Perubahan Iklim, Bangunan Hijau, Infrastruktur Dasar yang Terjangkau, Akses terhadap Layanan Esensial, Perumahan Terjangkau, serta Ketahanan Pangan dan Sistem Pangan Berkelanjutan.
Terkini pada November 2025, IIF telah berhasil menyelesaikan program Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) tahun 2023 dengan penerbitan obligasi senilai Rp1,5 triliun. Penerbitan ini mendapat sambutan yang baik, tercermin dari tingkat oversubscription lebih dari 6 kali.
Eri juga menyampaikan sejumlah tantangan yang masih dihadapi dalam mendorong pertumbuhan pasar pembiayaan berkelanjutan di Indonesia, antara lain proyek infrastruktur hijau di Indonesia yang masih terbatas hingga belum adanya insentif khusus yang dapat dirasakan langsung oleh penerbit obligasi tematik di Indonesia.
Partisipasi aktif di forum internasional seperti Orange Bond Forum 2025 semakin menguatkan posisi IIF sebagai pemain penting dalam ekosistem pembiayaan berkelanjutan.
PT Indonesia Infrastructure Finance
PT Indonesia Infrastructure Finance (“IIF”) adalah lembaga keuangan swasta non-bank, yang bergerak dalam pembiayaan infrastruktur dan layanan konsultasi yang dikelola secara profesional dan berfokus pada proyek- proyek infrastruktur yang layak secara komersial. IIF didirikan pada 15 Januari 2010 atas inisiatif Pemerintah Republik Indonesia bersama dengan lembaga keuangan internasional. Saat ini kepemilikan IIF adalah PT Sarana Multi Infrastruktur/SMI (Persero), Asian Development Bank (ADB), International Finance Corporation (IFC) yang merupakan bagian dari World Bank, Deutsche Investitions-und Entwicklungsgesellschaft (DEG) yang sepenuhnya dimiliki oleh KfW, dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC).
Dalam kegiatan usahanya, IIF menerapkan praktik terbaik berdasarkan standar internasional dalam memberikan kredit, tata kelola perusahaan, dan dalam menerapkan standar perlindungan sosial dan lingkungan untuk memastikan keberlanjutan pembangunan infrastruktur di Indonesia.
Informasi lebih lanjut:
Suli Indah Lestari
Interim Head of Legal and Corporate Secretary Division
PT Indonesia Infrastructure Finance
Telp: (021) 2991 5060;
Fax: (021) 2991 5061;
E-mail: [email protected]
Social Media:
•Instagram: @pt_iif
•LinkedIn: IndonesiaInfrastructureFinance
">