Singapura, 12 Februari 2026 — Lembaga pembiayaan pembangunan bilateral Kanada, FinDev Canada, mengumumkan penandatanganan fasilitas pinjaman sebesar USD 30 juta kepada PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) dalam acara Canada-in-Asia Conference (CIAC) yang diselenggarakan oleh Asia Pacific Foundation of Canada. Pinjaman ini bertujuan untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi rendah karbon di Indonesia melalui pembiayaan proyek-proyek infrastruktur berkelanjutan. Melalui transaksi ini, FinDev Canada secara resmi memasuki pasar Indonesia, menandai investasi pertamanya di Tanah Air.
Fasilitas pinjaman tersebut akan meningkatkan akses pembiayaan bagi proyek-proyek energi terbarukan yang berkontribusi terhadap upaya mitigasi perubahan iklim, sekaligus memperkuat kapasitas dan ketahanan infrastruktur nasional.
Indonesia saat ini tengah menjalani proses transisi energi untuk menyeimbangkan peningkatan kebutuhan energi dengan target iklim nasional. Pemerintah telah menetapkan target bauran energi terbarukan sebesar 31% pada tahun 2050 sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan ekonomi jangka panjang.
Indonesia juga menghadapi berbagai risiko iklim yang semakin meningkat, seperti banjir, kekeringan, dan kenaikan permukaan air laut. Sebagai respon, Indonesia berkomitmen untuk mendiversifikasi bauran energi dan mencapai target net-zero emission pada tahun 2060, menegaskan pentingnya investasi pada infrastruktur rendah karbon dan tangguh terhadap perubahan iklim.
Sebagai lembaga pembiayaan infrastruktur, IIF memiliki peran strategis dalam pengembangan sektor infrastruktur Indonesia melalui layanan pembiayaan dan advisory. Dengan memanfaatkan keahlian dan pemahaman mendalam terhadap kondisi domestik, komitmen FinDev Canada ini merupakan kelanjutan dari nota kesepahaman yang telah ditandatangani pada tahun 2025. Kerja sama ini turut memperkuat agenda bilateral antara Kanada dan Indonesia melalui dukungan terhadap proyek-proyek infrastruktur prioritas yang mendorong perdagangan, menciptakan peluang ekonomi, serta memajukan pembangunan berkelanjutan.
Acara CIAC sendiri turut menghadirkan lebih dari 700 pembuat kebijakan senior, pemimpin bisnis, investor, dan sejumlah pakar dari Kanada serta kawasan Asia Pasifik.
“Indonesia, sebagai pasar ekspor terbesar Kanada di kawasan ASEAN, merupakan peluang strategis bagi pembangunan berkelanjutan. Melalui kemitraan kami dengan Indonesia Infrastructure Finance, salah satu pelaku utama infrastruktur berkelanjutan, kami dapat memperkuat pengembangan energi terbarukan dan mendukung kemakmuran bersama di kawasan Indo-Pasifik,” ujar Paulo Martelli, Vice President dan Chief Investment Officer FinDev Canada.
Sementara itu, Presiden Direktur/CEO IIF, Rizki Pribadi Hasan, menyampaikan, “Pembiayaan ini memperkuat kapasitas kami dalam mendukung transisi energi Indonesia dan pembangunan infrastruktur yang tangguh terhadap perubahan iklim. Melalui kemitraan dengan FinDev Canada, kami dapat memperluas akses pembiayaan jangka panjang untuk proyek-proyek energi terbarukan dan infrastruktur berkelanjutan yang sejalan dengan agenda pertumbuhan rendah karbon Indonesia. Kami juga mengapresiasi kepercayaan yang diberikan dan berharap dapat terus memperdalam kolaborasi ini guna menghadirkan dampak sosial dan lingkungan yang nyata.”
Selama 16 tahun, IIF telah menjalankan mandat sebagai katalis utama dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia.
Melalui pembiayaan berbagai infrastruktur strategis di beragam sektor, IIF telah memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan keberlanjutan dan konektivitas nasional. IIF mendukung pengembangan energi terbarukan dengan kapasitas sekitar 709,9 MW yang mampu memasok listrik bagi lebih dari 709.900 rumah tangga, sekaligus berpotensi mengurangi sekitar 4,92 juta ton emisi CO₂ per tahun. Selain itu, IIF juga memperluas akses air bersih bagi sekitar 7,2 juta masyarakat.
Sementara di sektor kesehatan, IIF mendukung pembangunan fasilitas dengan lebih dari 1.000 tempat tidur rumah sakit yang melayani ratusan ribu pasien setiap tahunnya di berbagai wilayah Indonesia, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
PT Indonesia Infrastructure Finance
PT Indonesia Infrastructure Finance (“IIF”) adalah lembaga keuangan swasta non-bank, yang bergerak dalam pembiayaan infrastruktur dan layanan konsultasi yang dikelola secara profesional dan berfokus pada proyek- proyek infrastruktur yang layak secara komersial. IIF didirikan pada 15 Januari 2010 atas inisiatif Pemerintah Republik Indonesia bersama dengan lembaga keuangan internasional. Saat ini kepemilikan IIF adalah PT Sarana Multi Infrastruktur/SMI (Persero), Asian Development Bank (ADB), International Finance Corporation (IFC) yang merupakan bagian dari World Bank, Deutsche Investitions-und Entwicklungsgesellschaft (DEG) yang sepenuhnya dimiliki oleh KfW, dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC).
Dalam kegiatan usahanya, IIF menerapkan praktik terbaik berdasarkan standar internasional dalam memberikan kredit, tata kelola perusahaan, dan dalam menerapkan standar perlindungan sosial dan lingkungan untuk memastikan keberlanjutan pembangunan infrastruktur di Indonesia.
Informasi lebih lanjut:
Suli Indah Lestari
Head of Corporate Affairs, People and Culture Division
PT Indonesia Infrastructure Finance
Telp: (021) 2991 5060;
Fax: (021) 2991 5061;
E-mail: [email protected]
Social Media:
- Instagram: @pt_iif
- LinkedIn: IndonesiaInfrastructureFinance
FinDev Canada
FinDev Canada adalah lembaga pembiayaan pembangunan bilateral Kanada yang mendukung pembangunan melalui sektor swasta. Kami menyediakan solusi pembiayaan, investasi, dan pembiayaan campuran (blended finance), serta bantuan teknis dan konsultasi, untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif di pasar negara berkembang dan ekonomi berkembang (EMDE), selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) dan komitmen Perjanjian Paris. Pelajari lebih lanjut tentang FinDev Canada di www.findevcanada.ca.

">