Skip to content
ID EN
  • Beranda
  • Tentang IIF
    • Ikhtisar
    • Pemegang Saham
    • Strategi Kami
    • Visi dan Misi
    • Organisasi
      • Struktur Organisasi
      • Dewan Komisaris
      • Komite Eksekutif
    • Sumber Daya Manusia
  • Bisnis
    • Produk dan Layanan
      • Keistimewaan Produk IIF
      • Pembiayaan dan Investasi
      • Jasa Konsultasi
      • Sektor
      • Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU)
    • Portofolio dan Proyek
      • Grafik Portofolio
      • Peta Proyek
    • Policy Brief
  • Sosial dan Lingkungan
    • Prinsip S&E IIF
    • Sistem Manajemen S&E
    • Ringkasan Proyek
  • Hubungan Investor
    • Informasi Keuangan
      • Laporan Tahunan
      • Laporan Berkelanjutan
      • Laporan Keuangan
    • Peringkat
    • Ikhtisar Keuangan
    • Profesi Penunjang Pasar Modal
    • Obligasi dan Surat Berharga Perpetual
    • Tata Kelola Perusahaan
      • Sistem Whistleblowing IIF
      • Sekretaris Perusahaan & Audit
      • Manajemen Risiko
      • Komite
      • Dokumen-dokumen Lain
  • Berita
    • Pengumuman
    • Berita Terbaru
      • Galeri
      • Siaran Pers
  • CSR
  • Karir
  • Kontak
">

Berita

  • Berita Terbaru
  • Publikasi
    • Galeri
    • Siaran Pers

Berita Terbaru

Ketegangan Timur Tengah dan Gejolak Global, Tantangan Baru Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan di Indonesia

Posted on Juli 1, 2025Juli 18, 2025 by adminiif

Jakarta, 1 Juli 2025 – Pemerintah mewaspadai dampak lanjutan dari eskalasi ketidakpastian global terhadap perekonomian Indonesia. Perang di timur tengah hingga perang dagang disebut sebagai pemicu pelemahan ekspor, tekanan terhadap nilai tukar rupiah, serta lonjakan harga komoditas global.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers ‘APBN Kita’ edisi Juni 2025 di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Selasa (17/6). Dalam keterangannya, ia menilai bahwa situasi global saat ini membentuk kombinasi risiko yang kompleks: meningkatnya inflasi di tengah perlambatan ekonomi dunia.

“Risiko bagi Indonesia juga patut diwaspadai. Melemahnya ekonomi global akan berdampak pada barang-barang ekspor Indonesia. Harga komoditas memang ada yang meningkat tajam, tetapi bukan karena faktor supply-demand, melainkan akibat disrupsi,” ujarnya.

Di tengah lanskap global yang semakin tidak menentu ini, sektor pembangunan infrastruktur nasional juga menghadapi tantangan baru. Sehubungan dengan hal tersebut, PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) perlu menegaskan bahwa momentum transisi ke arah pembangunan berkelanjutan harus tetap berjalan dan menjadi tujuan utama untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil dan membangun infrastruktur yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Chief Investment Officer IIF, M. Ramadhan Harahap (Idhan), menjelaskan bahwa konflik di timur tengah telah menimbulkan efek sistemik terhadap pasar global, terutama di sektor energi dan keuangan.

“Konflik Timur Tengah menimbulkan tekanan langsung terhadap harga minyak dunia dan menciptakan volatilitas yang tinggi di sektor pembiayaan. Hal ini berdampak pada cost of capital proyek, terutama untuk infrastruktur dengan ketergantungan tinggi pada bahan bakar fosil atau peralatan impor,” ujar Idhan.

Senada dengan pernyataan tersebut, IIF memandang krisis global ini sebagai katalis untuk mempercepat reformasi struktural di sektor infrastruktur menuju sistem yang lebih tangguh dan adaptif terhadap perubahan. Menurut Idhan, meningkatnya harga energi global dapat memperkuat daya tarik proyek energi terbarukan seperti panas bumi, PLTS, dan biogas.

“Kita sedang berada pada titik balik. Krisis ini justru memperkuat argumentasi bahwa Indonesia harus mempercepat kemandirian energi melalui proyek-proyek hijau yang stabil dan terukur,” tambahnya.

Hal ini juga sejalan dengan langkah pemerintah yang baru-baru ini meresmikan proyek hilirisasi Battery Energy Storage System (BESS) di Karawang pada minggu lalu, (29/6). Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto meyakini kemandirian energi di Indonesia bisa dicapai lebih cepat, yakni dalam 5-6 tahun. Untuk itu, pembangunan pabrik baterai untuk kendaraan listrik maupun sistem penyimpanan energi surya sangat diperlukan.

Portofolio pembiayaan IIF memang mengarah pada proyek infrastruktur yang berkontribusi langsung terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB). Selain pembiayaan, IIF juga memperkuat ketahanan proyek nasional melalui layanan ESG Advisory yang komprehensif, guna memastikan bahwa proyek-proyek tersebut tidak hanya layak secara ekonomi, tetapi juga tangguh terhadap tekanan lingkungan dan sosial di tingkat global.

“Kami mendesain pembiayaan yang adaptif terhadap risiko global, baik dari sisi keuangan, lingkungan, maupun tata kelola. Ini penting agar proyek-proyek hari ini tidak menjadi beban bagi generasi mendatang,” jelas Idhan.

Sebagai penutup, Idhan menyampaikan bahwa IIF akan terus menjembatani kebutuhan pembangunan nasional dengan dinamika global yang tengah berubah cepat, serta memperkuat kerja sama dengan mitra multilateral dan investor berorientasi ESG.

“Tantangan geopolitik ini bukan alasan untuk berhenti. Justru menjadi pengingat bahwa infrastruktur masa depan harus lebih kuat, lebih hijau, dan lebih mandiri,” tutupnya.

PT Indonesia Infrastructure Finance

PT Indonesia Infrastructure Finance (“IIF”) adalah lembaga keuangan swasta non-bank, yang bergerak dalam pembiayaan infrastruktur dan layanan konsultasi yang dikelola secara profesional dan berfokus pada proyek- proyek infrastruktur yang layak secara komersial. IIF didirikan pada 15 Januari 2010 atas inisiatif Pemerintah Republik Indonesia bersama dengan lembaga keuangan internasional. Saat ini kepemilikan IIF adalah PT Sarana Multi Infrastruktur/SMI (Persero), Asian Development Bank (ADB), International Finance Corporation (IFC) yang merupakan bagian dari World Bank, Deutsche Investitions-und Entwicklungsgesellschaft (DEG) yang sepenuhnya dimiliki oleh KfW, dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC).

Dalam kegiatan usahanya, IIF menerapkan praktik terbaik berdasarkan standar internasional dalam memberikan kredit, tata kelola perusahaan, dan dalam menerapkan standar perlindungan sosial dan lingkungan untuk memastikan keberlanjutan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Informasi lebih lanjut:

Nastantio W. Hadi
Head of Legal and Corporate Secretary Division

PT Indonesia Infrastructure Finance
Telp: (021) 2991 5060;
Fax: (021) 2991 5061;
E-mail: [email protected]

Social Media:
• Instagram: @pt_iif
• LinkedIn:IndonesiaInfrastructureFinance


Navigasi pos

Previous PostPrevious Dorong Bisnis Berkelanjutan, IIF Berpartisipasi pada International Conference on Infrastructure 2025
Next PostNext IIF Raih 5 Penghargaan Internasional di The Asset Triple A Sustainable Infrastructure Awards 2025
PT Indonesia Infrastructure Finance

Prosperity Tower 53rd – 55th Floor, District 8
Sudirman Central Business District, Lot 28
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 12190, Indonesia

Phone : (+62) 21 5082 6600 - Fax : (+62) 21 5082 6601

Email : [email protected]

Follow us:
© Copyright 2019 Indonesia Infrastructure Finance. All rights reserved.
  • Imprint
  • Kukis
  • Kontak
  • Syarat dan Ketentuan

IIF File Request Form

×
This field is required
Invalid Email ID
I hereby request access to Investor Update 1Q21 given by IIF. Thank you.

IFF File Request Form

×
Thank you for your request, we will get back to you shortly through [email protected]